First Drive Mahindra Bolero Maxitruck 2020: Inspektur Vijay Tantang Ksatria Jepang

Updated: Jan 24

Cintamobil.com - Pertarungan di kelas mobil niaga menengah memang cukup sengit. Sebelumnya Mitsubishi L300 tampil dominan tanpa pesaing, lawan-lawannya seperti KIA Big UP, Hyundai H-100 bahkan Isuzu Bison seolah tak berdaya melawan sang jagoan berlogo tiga berlian tersebut. Baru tahun 2017 Isuzu Traga mengambil takhta tersebut sebagai kendaraan komersial menengah terbaik di kelasnya. Kini tahun 2020 Mahindra meluncurkan jagoan terbarunya yakni Mahindra Bolero Maxitruck 2020.

RMA Indonesia selaku agen pemegang merek MAHINDRA di Tanah Air beberapa waktu lalu memasukkan Mahindra Bolero Maxitruck. Sebagai informasi, di negara asalnya yakni India Bolero adalah mobil niaga terlaris di kelasnya. Citra baik tersebut dipercaya oleh Mahindra untuk mendaulat Bolero yang akan jadi lawan tangguh Traga dan Elsapek. Lantas seperti apa impresi berkendara dari pick up racikan India ini?


Impresi Berkendara

Anak kunci mobil Mahindra Bolero Maxitruck 2020 ini sudah di tangan, desain kuncinya sendiri mengingatkan kami ke mobil yang dijual pada era '90an. Apalagi untuk masuk ke kabin Anda perlu memasukkan anak kunci ke lubang dan memutarnya ke kiri untuk membuka kuncinya. Naik ke dalam kabin pun tak menjadi masalah berarti, berkat adanya foot step dari bahan besi dan hand grip.

Saat duduk di kabin, Anda akan merasa kalau posisi duduknya tinggi namun kaku. Tak heran, karena Mahindra Bolero Maxitruck ini tidak dilengkapi pengatur ketinggian jok pengemudi, begitu pula dengan setir yang sudah fixed posisinya. Tapi Anda akan sedikit terbantu dengan sliding jok yang cukup jauh serta busa jok yang empuk membuat kursi di Bolero ini lebih nyaman diduduki dibandingkan dengan para rivalnya.


Putar kunci ke ON dan nyalakan mesinnya, Anda akan langsung mendengar suara mesin diesel yang kasar dan keras seperti halnya mesin tanpa busi kepunyaan truk-truk dengan ukuran yang lebih besar. Demikian juga dengan getaran mesinnya yang terasa hingga kabin. Rasanya seperti nostalgia dan kembali ke medio '90an di mana mesin diesel memang mempunyai ciri khas seperti ini.

Hal ini disebabkan karena mesin diesel 4-silinder berkode MDI 3200 dengan kapasitas bersih 2,523 cc ini masih mengusung teknologi konvensional. Meski sudah menganut sistem direct injection, tetapi teknologi yang diusung masih lawas. Contoh turbocharger yang disematkan di mesin ini masih harus 'dipanaskan' terlebih dahulu sebelum digunakan, dan saat hendak mematikan mesin Anda tak boleh langsung putar kunci kontak ke OFF.


Sebab, ketika kunci kontak di posisi OFF tiba-tiba sesaat setelah mesin menyala membuat sistem pelumasan ke turbo bisa tiba-tiba terhenti saat turbin bergasing di putaran tinggi, hal tersebut bisa berakibat turbo cepat jebol dikarenakan suplai oli terhenti dan dalam kondisi turbo sedang panas. Sebagai informasi, putaran turbin pada turbo bisa ratusan ribu rpm berkali-kali lipat dibandingkan dengan putaran mesin.


Oke, sabuk pengaman sudah dipasang begitu juga posisi duduk telah diatur sesuai postur tubuh tester Cintamobil.com. Injakan kopling kami rasa sedikit lebih berat dibandingkan dengan kompetitornya asal Jepang, tetapi perpindahan tuas transmisinya terasa ringan dan cukup presisi. Lepas sedikit injakan kopling, maka mobil akan langsung melaju. Torsi sebesar 195 NM yang tersedia di rentang putaran 1.400 hingga 2.200 rpm cukup membantunya melaju.


Pengendaliannya sendiri juga cukup baik, teknologi power steering membuat kami dengan mudah memutar setir tanpa harus berkeringat. Apalagi power steering yang diusung masih model hidrolik yang dijamin lebih kuat bila dibandingkan power steering model elektrik. Sayangnya, radius putar mobil ini yang 5,5 meter masih lebih besar dan merepotkan untuk putar balik bila dibandingkan rival sekelasnya yang ada di angka 4,5 hingga 4,7 meter.


Fitur Cukup Untuk Mobil Niaga

Yang menyenangkan adalah berkat penempatan mesin di depan kabin, maka saat mengemudikan Mahindra Bolero Maxitruck 2020 ini Anda tak merasa kepanasan, lebih aman karena adanya crumple zone tambahan dan tentunya lebih enjoy. Apalagi di mobil tes kami kali ini sudah dilengkapi dengan AC dan radio tape yang mampu menangkap sinyal radio dan mereproduksi suara dari sepasang speakernya.


Daya Angkut

Dimensi wheelbase lebih dari 3 meter membuat penampang mobil ini terlihat demikian panjang. Hal tersebut tentunya berdampak positif ke kapasitas angkutnya. Tercatat dimensi bak belakang mobil ini adalah panjangnya 2.600 mm, lebar 1.695 mm, dan tinggi 400 mm. Meski total terdapat 11 hook point (cantolan) dengan rincian masing-masing 4 cantolan di kanan-kiri serta 3 buah di belakang, tapi bak mobil ini belum bisa dibuka secara 3-way.



Demi durabilitas mumpuni saat membawa barang bawaan, kaki-kaki depan maupun belakang mengandalkan per jenis daun yang punya cita rasa bantingan keras tetapi punya kekuatan luar biasa. Memang, bila dibandingkan dengan rival-rivalnya seperti Isuzu Traga dan Mitsubishi L300, Bolero ini masih terasa kuno, tetapi ketangguhan per daun tidak perlu diragukan lagi.


Sanggup Lawan Traga Dan L300?

Inspektur Vijay resmi menantang Ksatria Jepang. Karena jika melihat spesifikasi yang ada serta dari hasil first drive kami terhadap Mahindra Bolero Maxitruck 2020 ini, seharusnya ia sanggup melawan rival-rival di kelasnya seperti KIA Big Up, Hyundai H-100, TATA Super ACE hingga Isuzu Traga. PR (Pekerjaan Rumah) paling besar RMA Indonesia terhadap merek MAHINDRA ini ada pada jaringan dealer 3S (Sales, Service, dan Spare Part) yang belum tersebar merata di Indonesia. Tetapi secara produk ia mampu bersaing dan punya value for money yang baik dari rival sekelasnya.

327 views0 comments